Art Lighting Suramadu

2  February 2010

Art Lighting Suramadu


Wakil Menteri Pekerjaan Umum sekaligus Direktur Jenderal Bina Marga, Hermanto Dardak, Kamis 7 Januari 2009 meninjau Jembatan Suramadu. Yang istimewa kali ini peninjauan dilaksanakan malam hari dengan melihat Jembatan Suramadu yang kini telah dilengkapi dengan  pencahayaan artistic/art lighting  sepanjang jembatan.

Didampingi Direktur Bina Teknik Danis Sumadilaga, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional V, A.G Ismail dan KaSatker Bentang Tengah Pembangunan Jembatan Suramadu, Atyanto Busono, KaSatker Pembinaan Teknik Yudha Handita, Kasatker Sisi Surabaya Dwi Purtono, KaSatker Sisi Madura Siswo Dwiyanto, serta beberapa kontraktor pelaksana. Rombongan sempat berhenti di tengah jembatan, dan sempat melihat beberapa kombinasi yang dihasilkan dari cahaya yang membias ke pylon jembatan.

Pylon yang megah terlihat semakin menarik dengan permainan cahaya LED yang dihasilkan dari lampu Color Reach. Kombinasi dari lampu LED yang hemat energi ini dapat menghasilkan kombinasi warna  yang beraneka ragam. Ini melengkapi lampu penerangan jalan dengan yang menggunakan sodium lamp sepanjang jembatan. Sementara di bagian steel box girder dipasang lampu color blast, yang juga dapat menampilkan kombinasi beraneka ragam warna.

“Kami melibatkan ahli-ahli lighting di Indonesia, saat pengadaan, perencanaan dan pelaksanaan, ‘jelas Yudha Handita. ‘Yang pasti pasokan daya listrik dari genset sudah tersedia. Mendatang dengan akan dipasangnya jalur listrik PLN tentunya akan melengkapi kebutuhan elektrikal di jembatan, “ jelas Yudha lebih lanjut

Sampai saat ini lampu sudah terpasang semua, tetapi masih akan dilakukan adjustment atau penyesuaian terhadap posisi titik lampu agar mendapatkan hasil yang optimal. Pihak proyek melibatkan beberapa ahli lighting di Indonesia, selama proses desain dan pelaksanaan. Keindahan Jembatan Suramadu kini semakin menarik, tidak hanya di siang hari, malam pun di tengah temaram kekokohan dan keindahan cahaya yang membalut di struktur jembatan membias setiap pelintas jembatan. “Dengan adanya art lighting ini akan meningkatkan nilai wisata Jembatan Suramadu” , kata Hermanto sesaat setelah bertolak kembali dari lapangan. Keberadaan Jembatan Suramadu telah banyak menarik kunjungan wisatawan, hampir tiap hari terlihat rombongan bis wisata melintas Jembatan Suramadu. Tentunya dengan adanya art lighting ini bisa menambah daya tarik kunjungan khususnya saat malam hari.


Nuansa biru di Pylon

Suasana yang jauh berbeda saat Lampu Art Lighting sudah dioperasikan

HSE Suramadu, agak narsis dikit boleh donk.

Nuansa biru dari bawah pylon

Nuansa hijau dari bawah pylon

The Last Core Team,  MIS, HSE and TL

Nuansa Ungu di Pylon

Nuansa Hijau di Pylon

Foto2 di atas hasil dokumentasi pribadi milik Pak Prihadi Utomo, HSE Suramadu.

————————————————————————————————————————————————

TOUR SURAMADU

Kapal Fery Wicitra Dharma milik PT Dharma Lautan Utama

2 Kapal fery telah disiapkan untuk menjadi kapal wisata. Kedua kapal itu yakni, Wicitra Dharma milik Dharma Lautan Utama dan Banyu Mas milik Pewete Bahtera Kencana. Peluncuran 2 kapal wisata itu dilakukan bersamaan dengan peresmian Jembatan Suramadu.

“Peluncuran ini sekaligus untuk memeriahkan peresmian Jembatan Suramadu,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Djoni Irianto, kepada wartawan di atas kapal Wicitra Dharma.

Sebagai kapal wisata, kata Djoni, kedua kapal tersebut akan melayani perjalanan wisata di sekitar Jembatan Suramadu dan sekitarnya. Dan untuk sementara, kapal akan dioperasikan pada akhir pekan saja yakni, mulai Jumat malam, Sabtu dan Minggu. Dan untuk hari selain hari itu, kapal tetap akan difungsikan seperti fungsi semula.

Djoni juga menambahkan bahwa untuk peruntukan bagi konsumen, sifatnya fleksibel yang artinya semua masyarakat bisa menggunakan kapal itu baik secara pribadi maupun rombongan. “rekreasi atau darmawisata sekolah juga bisa menggunakan kapal ini,” tambah Djoni.

Selain melayani wisata pada siang hari, rencananya kapal wisata itu juga akan melayani perjalanan pada malam hari. Pancaran lampu di sepanjang jembatan tentulah membuat sensasi yang berbeda bagi yang melihatnya dari tengah laut.

Dan untuk ke depannya lagi, kapal wisata tersebut bakal disulap lagi lebih khusus yakni dalam bentuk restoran terapung ataupun tempat meeting terapung. Tentunya segala hal yang biasa dilakukan di darat akan bernuansa berbeda jika dilakukan di tengah laut, apalagi dengan background Jembatan Suramadu.

Kemegahan Jembatan Suramadu yang saat ini merupakan  salah satu jembatan bentang panjang di Asia Tenggara, membuat penasaran peserta The Eastern Asia Society for Transportation Studies  (EASTS) Conference atau konferensi transportasi internasional yang berlangsung di Surabaya, 16-18 Nopember 2009

Suramadu Night Tour

Cahaya Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, semakin benderang ketika malam nan kelam datang di ujung kota yang terkenal dengan Jembatan Merah, Tunjungan dan Rujak Cingur, Nasi Bebek, Pecel Lele hingga “Rawon Setan”. Nuansa keindahan dan eksotisme kota dengan segudang ikon wisata itu, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan manca negara, khususnya mereka yang menginjakkan kakinya di ranah Suramadu (Jembatan Nasional Surabaya-Madura).

Suasana Tour Malam hari

Night Tour and Dinner on Cruise, Rombongan Dokter-Dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s