Billing Rate Konsultan Indonesia, Finally someone take action…..

6 Januari 2009

Sebuah perjuangan panjang sejak Indonesia merdeka tahun 1945…….

Mengikis mentalitas antek kompeni yang ditinggalkan penjajahan VOC.

Berita dikutip dari http://www.pu.go.id

KOMISI XI DPR SETUJUI BENTUK TIM PERSIAPAN UU KONSULTAN

Komisi XI DPR-RI sepakat untuk membentuk tim legislasi untuk persiapan pembentukan UU
yang akan mengatur tentang Jasa Konsultan. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi XI
DPR-RI Awal Kusumah saat Rapat Kerja (Raker) dengan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia
(Inkindo) di Jakarta, Rabu sore (14/11).

UU Jasa Konsultan tersebut dipersiapkan guna memperkuat sektor jasa konsultan yang
berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun disisi lain kondisi para jasa
konsultan nasional memprihatinkan, karena banyaknya permasalahan seperti masih
rendahnya upah (billing rate) untuk pelaku jasa konsultan lokal.

“Kebutuhannya (UU jasa konsultan-red) sudah mendesak untuk menjawab tantangan profesi
(jasa konsultan-red)  itu yang makin berkembang,” ujar anggota Komisi XI DPR-RI Max Moein.

Max Moein melanjutkan, Komisi XI setuju untuk membuat UU tersebut karena saat ini praktik
jasa konsultan belum terkelola baik. Hal tersebut dibuktikan dengan dominasi para jasa
konsultan asing dalam pasar jasa konsultan Indonesia.

Ketua Umum Inkindo Bachder Djohan mengatakan, pelaku jasa konsultan nasional saat ini
hanya dibayar 10 persen dari billing rate yang diterima konsultan asing. Inkindo mengharapkan,
pemerintah membuat standar billing rate untuk konsultan lokal agar tidak tergilas ekspansi
konsultan asing.

“Saat ini upah konsultan lokal maksimal hanya dibayar Rp 12 juta, sementara konsultan asing
dibayar mencapai US$ 20 ribu. Hal ini yang membuat sarjana lulusan teknik sipil enggan
berkecimpung dalam profesi konsultan,” terang Bachder Djohan.

Menurut Ketua Inkindo, saat ini masih ada proyek yang menggunakan standar billing rate
tahun 1998. kondisi tersebut mengakibatkan konsultan nasional tidak mampu meningkatkan
kompetensi dan daya saingnya.

Menurut data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2007
potensi jasa konsultansi baik konstruksi maupun non konstruksi mencapai Rp 4,8 triliun.
Inkindo memprediksi pada tahun depan jumlahnya akan meningkat.
Untuk sektor infrastruktur yang berada di bawah Departemen PU, pasar jasa konsultasi 2008
mencapai Rp 3,7 triliun.

“Hal ini belum termasuk sektor migas, pertambangan dan kelistrikan,” tegas Bachder Djohan.

Konsultan memegang peranan strategis dalam pembangunan, karena terlibat dalam kegiatan,
pengembangan kebijakan, penyusunan rencana induk, studi kelayakan, engineering design,
survey dan investigasi, supervisi monitoring dan evaluasi.

Menyadari permasalahan yang dihadapi para konsultan nasional, Ketua Komisi XI DPR-RI
meminta Inkindo proaktif untuk berkoordinasi dan berkonsultasi dengan tim legislasi yang
dibentuk nantinya. Awal Kusumah juga mengatakan, Inkindo perlu membuka diri untuk
pengembangan keahlian konsultasi nonkonstruksi karena minimnya penyedia jasa di bidang
tersebut.

“Padahal skala dan kesempatan usaha konsultamsi di non konstruksi sangat besar yang
selama ini sepenuhnya dikuasai asing,” tutur Awal Kusumah.

Ketua Komisi XI DPR-RI menilai selama ini Inkindo terlalu fokus menghimpun profesi
konsultan konstruksi dan infrastruktur, sehingga terkesan mengabaikan profesi konsultan
nonkonstruksi. (rnd)

About these ads

8 Responses

  1. Menanggapi ulasan bapak sebagaimana di berita tgl 06 Januari 2009 , Billing Rate Konsultan Indonesia, Finally someone take action…..
    Saat ini upah konsultan lokal maksimal hanya dibayar Rp 12 juta, sementara konsultan asing
    dibayar mencapai US$ 20 ribu. Hal ini yang membuat sarjana lulusan teknik sipil enggan berkecimpung dalam profesi konsultan,” terang Bachder Djohan.

    Saya ikut prihatin Bapak, kenapa Pemerintah kita tidak mau menghargai hasil karya anak bangsa. masih mau di kadali teruu…..ussssss dan percaya dengan orang asing berani membayar lebih tinggi.

    Ada apa dibalik itu…………………?
    Apakah kemampuan mereka memang hebat……….?

    Berjuang terus bapak……….. ke DPR ! ke Bappenas !
    Suruh membuat Pedoman Billing Rate Jasa Konsultan yang benar yang layak untuk hidup di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia serta mau mengakui Hasil Karya Anak bangsa.
    Kapan Aak Bangsa Indonesia bisa maju , mampu menikmati hidup sejahtera , punya penghasilan yang cukup , rumah tinggal yang layak.

    Terima kasih.

    salam

  2. Billing rate yang 12 juta itu kan tidak utuh diterima oleh seorang konsultan. Nilai billing rate yang diajukan perusahaan pada saat tender. Setelah pelaksanaan maka seorang konsultan yang ikut diperusahaan biasanya dibayar jauh dibawah nilai billing rate. Ada perusahaan konsultan yang hanya membayar pegawainya dibawah 50% nilai billing rate. Malahan pada awal th 2000, kami pernah hanya dibayar 30% dari billing rate. Yang 70% dipakai untuk ngelobi proyek, upeti sana sini dan untuk keuntungan perusahaan. Yang harusnya diperjuangkan adalah seorang konsultan dibayar minimal 80% nilai billing rate. Kecuali konsultan individu yg tidak menggunakan perusahaan biasanya dibayar 100% sesuai billing rate.

    ThomasPM:

    Konsultan2 di negara kita, lebih banyak yang bertidak seperti Perusahaan Outsourcing, setelah mendapatkan proyek, mereka lepas saja para tenaga ahli tersebut, tanpa ada dukungan teknis maupun non teknis dari kantor. Padahal mereka memotong dalam prosentase yang besar. Sekitar 40-50%, sisanya potongan pajak.
    Saya pernah bertanya dengan salah satu perusahaan outsourcing, berapa mereka memotong untuk management fee, jawabnya cuma 18%, di luar pajak. Berarti logikanya kalau plus pajak, potongannya tidak sampai 30%. Dan hal itulah yg dilakukan bbrp perusahaan asing. Mereka cukup memotong 30% dari billing rate, sdh cukup untuk operasional mereka. (Tanpa KKN tentunya).

    Cepat atau lambat, dunia konsultan akan menuju titik nadirnya, dan konsultan2 lokal akan gulung tikar, dan akhirnya konsultan2 asing berjaya di Indonesia. Industri konsultan dan kontraktor di Indonesia saat ini berhadapan dengan kebijakan pemerintah yg pro asing (yg diawali dulu oleh IMF saat krismon).
    Salah satu cirinya :
    1. Billing rate lokal untuk pekerjaan yg membutuhkan keahlian yang sama antara lokal dan asing bagai langit dan bumi 1:10 bahkan lebih.
    2. Pajak yang tinggi, padahal bidang ini memiliki tingkat profit yang tipis. Tidak seperti bisnis retail lainnya.
    3. Banyak pungutan2 tak resmi, yg biar kecil, kalo dijumlah besar juga.
    4. Tidak adanya fit and proper test terhadap tenaga2 konsultan asing, padahal kalo tenaga lokal ditest berkali2 dengan requirement yang sulit.
    5. dst

    Bila waktu lebih luang, saya akan coba menulis lebih banyak mengenai hal ini.

    Regards,

    Thomas.

  3. biaya hidup sudah semakin tinggi,kalo gaji kecil kecenderungan pasti cari yg ga bener,apabila gaji di naikkan pengawasannya/audit sangat perlu di rutinkan

  4. Konsultan memang sudah di hargai lagi sebagai aset negaa ini, tempat sumber/pemikir dalam pembangunan di nagara ini. sdh cukup jelas keberadaan Konsultan itu ibarat gelandaangan, tidak jaminan bagi mereka dan keluarganya untuk layak hidup sbg tenaga ahli, Konsultan adalah sapi perahan bagi perusahaan, di bandingkan dgn konsultan asing , konsultan lokal tidak lah jauh beda, malah justru konsultan asing tidak bs bekerja sesuai dengan ke ahliannya. hal sudah banyak terbukti. karena sudah sering konsorsium sama mereka,,,ya segaian besar mereka ,,,,tidak punya produk….menang ,,,ngomong dan…penampilan saja….,saya yakin semua Konsultan lokal kita adalah pemikir ulung…pekerja keras..punya motivasi…semua dipunyai oleh konsultan lokal….apa …yang membuat mereka …tidak produktif…adalah masalah …kesejahteraan …hidup…yang …yang diperjuaangkan…

  5. apalagi di lapangan, konsultan cuma pelengkap penderita saja.

    ThomasPM:

    Salam kenal mas Weim, terima kasih sudah mampir ke blog saya.
    Sebagai konsultan yang dibesarkan di bidang project management, saat2 saya monitoring ke lapangan, membuat betapa sulitnya nasib beberapa rekan konsultan lapangan.
    Ada yang terpaksa tidur di tikar di project site camp, karena biaya sewa kamar atau rumah belum turun dan kontraktor tak mau tahu (kalaupun mau tahu, biasanya ada imbal baliknya).
    Juga perbedaan perlakuan pihak proyek kepada teman2 field team dibandingkan teman2 konsultan management team.
    Kalau mau belajar dari proyek2 di luar negeri, seharusnya kondisi2 tersebut tidak terjadi.
    Filed team memang bekerja lebih berat secara fisik, namun hasilnya pun cukup sepadan dan tidak kalah oleh level konsultan management. Struktur biaya proyek memang harus dibenahi.
    Kenapa rekan2 field team di negara kita menderita, tidak lain karena biaya site overhead yang seharusnya ada, tidak pernah dimasukkan ke komponen biaya proyek.
    Tenang saja, dengan tetap bekerja sebaik2nya dan dengan dibantu doa, suatu saat kesempatan yang baik akan menghampiri tanpa perlu kita kejar.

    Regards,

    Thomas

  6. konsultan supervisi yang ada sekarang tidak lebih dari pelengkap administrasi saja, padahal di lapangan teman-teman konsultan sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi baik dari pelaksana pekerjaan kadang juga dari pemilik proyek, pernah pengawas lapangan dari pihak pemilik proyek bukannya mengawasi pekerjaan tetapi hanya mengawasi konsultan supervisi.
    sedangkan upah yang diterima tidaklah besar dengan masa kerja max 7 bulan dan sisanya menunggu di rumah ( angkatan 57)

  7. Kami juga mohon informasi standarisasi gaji konsultan/ fasilitator pemberdayaan masyarakat dan di Instansi mana kami bisa mendapatkannya

    ThomasPM:
    Kalau standarisasi gaji belum diaplikasikan secara nasional, namun sesuai amanat Pepres 54 Thn 2010, dalam penyusunan HPS Konsultan, ULP bisa menggunakan billing rate yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi sebagai acuan. Sementara ini yang sering dijadikan referensi adalah : http://inkindo.org/site/billing_rate_2011_inkindo.pdf

    Regards,

    Thomas

  8. Pak Admin, untuk tahun ini menggunakan pedoman billing rate inkindo 2011 apakah konsultan tidak dirugikan. Perlu diketahui bahwa Lelang Proyek sdh mulai start bulan Februari sampai maret sementara untuk billing rate 2012 baru akan diterbitkan setelah proyek berjalan. Yang jadi pertanyaan apakah billing rate sdh terbit sebelumnya jika sudah dimana mengaksesnya. Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: