Rabu, 12/11/2008
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Hemat 25%
Wahyu Daniel – detikFinance
Jakarta – Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah mulai memperlihatkan penghematan. Kini banyak instansi pemerintah yang bisa mendapatkan harga 20-25% lebih rendah dari harga perkiraan sendiri (HPS).
Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam Seminar Nasional Peran Strategis Auditor Pemerintah dalam Upaya Pencegahan Kebocoran Keuangan Negara di Gedung Bappenas Jakarta, Rabu (12/11).
Pages: 1 2

Saya jadi ragu, kalau pemenang sampai 25 % dibawah HPS, apakah yang nyusun HPS orang yang profesional atau bukan ya hehehe???
Yang namanya Harga Perkiraan Sendiri kan dihitung secara profesional dengan mengacu kepada metode yang benar dan harga pasar berlaku.
Saya setuju pendapat Mas Rudi. Dalam tender2 di sini, kebanyakan yang menghitung HPS tidak memiliki background quantity surveyor. Apalagi RICS.
Saya ada pengalaman konyol di proyek besar. Rekan yang membantu panitia tender, hanya memasukkan harga2 material plus tenaga kerjanya saja, karena tidak menguasai metode konstruksinya. Padahal dalam spek, butuh alat2 dengan teknologi tinggi dan mahal. Akibatnya saat diaudit, auditor mengatakan harga kontraktor mahal sekali. Tapi kontraktor bisa membuktikan penggunaan alat2nya. Bahkan dari bukti pembelian material saja, masih di pabrik, harganya sdh 99% dari harga satuan pekerjaan item tersebut.
Akibatnya kontraktor tidak mendapatkan profit. Dan susana proyeknya menjadi kurang nyaman. Tahu sendiri kan…..
Pertanyaannya : Bagaimana dunia konstruksi kita bisa berkembang kalo tukang hitung harganya saja ngga profesional?
Kita bisa lihat dimana2 banyak kontraktor yang dapat proyek tapi malah rugi dan akhirnya tutup. Apakah itu sebenarnya cita2 bangsa kita? Hit and die (masih mending hit and run).
Satu lagi, belum ada program S1 Quantity Surveyor di Indonesia. Yang ada di Malaysia, dan hampir semua lulusannya sudah dipesan perusahaan2 besar internasional. Ngga ada yang nganggur.
Salam,
Th
Pak Thomas, mohon bantuannya ya kalo ada informasi mengenai adanya program PNPM Mandiri tahun 2009. Saya berakhir bekerja akhir Bulan Desember 2008 ini dan bentar lagi jadi pengangguran lagi he..he..
Thanks Banyak BOS
Adi
pak thomas gimana sih wirausaha yang baik dan benar saya bangkrut nih pak habis habisan
ThomasPM:
Wah, sebenarnya anda sudah one step ahead dibanding saya.
Soalnya berwirausaha itu
1. Memulai
2. Belajar
3. Bangkrut
4. Belajar dari pengalaman
5. Peningkatan
6. Sukses
Berarti bapak sudah sampai ke tahap ke 3. Makin dekat Pak dengan kesuksesan.